Analisis Peta Kontur atau Peta Topografi
Peta Kontur/peta topografi
Kontur adalah garis yang menghubungan tempat yang memiliki ketinggian/kedalaman yang sama. Transformasi bidang nyata kedalam kontur ditunjukan pada gambar berikut !
Tingkat kerapatan kontur menunjukan tingkat kecuraman lereng. Hal tersebut sangat bermanfaat bagi aktivitas pendakian, penjelajahan (pramuka). Artinya semakin rapat jarak antar kontur menunjukan lereng yang curam (gambar A-B) yang semakin sulit didaki dan semakin renggang kontur semakin berlereng landai (gambar C-D) yang merupakan jalur mudah untuk pendakian.
Karakter kontur juga menunjukan karakter relief dari bentang alam yang terpetakan misalnya yang menunjukan aliran sebuah sungai seperti gambar disamping.
Identifikasi Muka Bumi dari Karakter Kontur
Berikut adalah cara identifikasi muka bumi dari karakter kontur:
- Lereng: Jika kontur berbentuk melengkung dan berjarak dekat, maka muka bumi tersebut adalah lereng.
- Puncak: Jika kontur berbentuk melingkar dan berjarak dekat, maka muka bumi tersebut adalah puncak.
- Lembah: Jika kontur berbentuk melengkung dan berjarak jauh, maka muka bumi tersebut adalah lembah.
- Dataran: Jika kontur berbentuk lurus dan berjarak jauh, maka muka bumi tersebut adalah dataran.
- Sungai: Jika kontur berbentuk melengkung dan berjarak dekat, serta memiliki pola yang berkelok-kelok, maka muka bumi tersebut adalah sungai.
Manfaat analisis peta topografi:
- Memahami pola geografis dan struktur medan
- Memanfaatkan sumber daya alam
- Perencanaan pemanfaatan lahan
- Pembangunan infrastruktur
- Konservasi
- Meminimalkan dampak lingkungan
- Memaksimalkan potensi sumber daya
- Memastikan pembangunan berkelanjutan
Aplikasi dari karakter kontur pada peta topografi digunakan dalam bebagai perencanaan pembangunan pemerinah baik Jalan, Kota, irigasi, aktivitas pertanian, perencanaan drainase termasuk perencanaan sistim pertahanan dalam dunia militer.
Rumus Interval kontur dan pengembangannya.
Dimana : 1/2000 = Konstanta rumus atau = 0,0005
Ci/IC = Interval kontur (m)
Penyebut Skala = SP (cm)
Contoh Soal :
Jika dari Kontur X-Y= 10 cm dan P-Y= 2 cm, Hitunglah ketinggian titik P, tentukan kecocokan tanaman sesuai ketinggian dan tipe iklim Junghuhn !
Penye :
Dik. Skala Peta (SP)= 50000
X = 75 m
X-P = 10 – 2 = 8 cm
Penyelesaian :
= 25 m
Ci tiap Contur = Ci x Jumlah Kontur
= 25 x 2 = 50 m selisih tinggi titik X ke Y
= 50/10 = 5 m artintya tiap naik keatas 1 cm pada peta tambah ketinggian 5 m.
= 5 x 8 = 40 m
Jadi Ketinggian titip X = 75 m
Jawaban : Ketinggian titik P = 75 + 40 = 115 meter dengan kecocokan tanaman kelapa, tebu, karet dan padi dan tipe iklim Junghuhn Panas (iklim Tropik).
Contoh Soal :
Jika jarak titik X – Z = 5 cm dan X – Y = 3 cm sesuai ilustrasi gambar, maka titi Y berada di ketinggian … dan di manfaatkan untuk ….
A. 25 m, perkebunan teh
B. 30 m, tanaman kelapa
C. 35 m, perkebunan kopi
D. 40 m, tumbuhan kina
E. 45 m, perkebunan bunga
SOAL UN 2015
Dari persamaan interval Kontur diatas dapat diubah menjadi Skala Peta seperti persamaan dibawah :
SP = Ci / 0,0005
Penyelesaian Logika Soal :
Nilai Interval Kontur pada peta = 50 m / 5 cm (Jarak Peta titik X-Z = 10 meter penambahan 1 cm menjadi lebih tinggi sehingga Ketinggian titik X-Y = 10 x 3 (Jarak titik X-Y) = 30 meter.
Jadi Karena Ketinggian titik X pada Peta = 0 meter + 30 meter = 30 meter (Tanda (+) digunakan jika titik yang dicari lebih tinggi dan gunakan Tanda (-) jika ketinggian yang dicari lebih rendah.
Dengan Demikian Titik Y memiliki ketinggian 30 Meter
Catatan : Untuk Tanaman Pada Soal Dapat Dilihat Pada Materi Iklim Junghun !!!
Contoh Soal :
Skala pada peta topografi berikut adalah ...
Penyelesaian :
Dik : Ci = 1320 – 1280 = 40 m
Sehingga :
SP = 40 / 0,0005
= 80.000
Dengan demikian Skala pada peta topografi tersebut adalah 1 : 80.000
Rumus Skala pada peta kontur atau peta topografi akan di bahas pada Peta Topografi
Post Comment
Tidak ada komentar